Search Channels
 for 
 

Free Diary Software

What Credit Card Should I Get?

Online RSS Preview
(Content viewed with Online RSS Viewer; converting raw RSS feeds into nicely formatted webpages everytime!)
 
 
 
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Show/Hide Channel Info RSS Channel Source Add To My Channels | Hide All Content Show All Content
 
Hide Channel Info Channel Info

Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Author : -
Overview : Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia
Language : English
Last Updated : 9/30/2014 9:48:58 PM
Website : http://bisnis.liputan6.com


View Channel View Channel

1. Kenaikan Suku Bunga The Fed Tak Berdampak ke Keuangan RI
Date/Time : 9/30/2014 8:01:19 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112412/kenaikan-suku-bunga-the-fed-tak-berdampak-ke-keuangan-ri
 

Sidang paripurna DPR RI menerima hasil kajian Rancangan Undang-undang (RUU) Jaring Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK) dari Komisi XI DPR RI tanpa pembahasan lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, keberadaan UU JPSK memang sangat dibutuhkan bagi sebuah negara. Oleh karena itu, pembentukannya pun tanpa harus berhadapan dulu dengan krisis ekonomi.

"Harus ada jaring pengaman sektor keuangan, seperti jaring sosial, namanya jaringan pengaman," tuturnya, di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Meski begitu, Faisal mengaku tak setuju jika pengadaan UU JPSK dihubungkan dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menaikan suku bunga pada tahun 2015.

Pasalnya, meskipun Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga, kenaikan tersebut tidak akan berdampak langsung kepada sektor keuangan Indonesia.

"Bunga di Amerika 1,375 persen naik jadi 3 persen. Tidak mungkin uang orang Amerika di Indonesia bakal lari atau kembali ke sana. Return goverment bond di Indonesia 6,5 persen, masa jual terus beli yang 3 persen? Terus return pasar saham 23 persen, returns pasar saham AS 3,5 persen?," lanjut dia.

Menurut Faisal, melemahnya nilai tukar rupiah bukan karena larinya para pemodal mengantisipasi efek dari kebijakan The Fed tersebut. "Penyebab rupiah (lemah) bukan asing, kalau biang keladi rupiah merosot, bursa harusnya juga merosot. Ini rupiah merosot bursa naik,"tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan UU JPSK dibutuhkan untuk mencegah krisis akibat kebijakan normalisasi The Fed.

"Kita akan berhadapan dengan likuiditas yang ketat akibat normalisasi kebijakan AS. Jadi bukan tidak mungkin ada guncangan di dalam sektor keuangan. Kalau ada guncangan kita cegah agar krisis nggak terjadi. Jadi kita butuh UU JPSK," jelas Chatib.



Back To Top Go To Bottom

2. Kenaikan Harga BBM Tepat, Tapi Besaran Terlalu Tinggi
Date/Time : 9/30/2014 7:45:21 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112419/kenaikan-harga-bbm-tepat-tapi-besaran-terlalu-tinggi
 

Keputusan Presiden terpilih Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada November 2014 dinilai tepat. Pasalnya kenaikan itu dilakukan pada bulan pertama Jokowi menjadi presiden.

Analis Energi Bower Group Asia Rangga D Fadilla mengatakan, keputusan itu juga akan memberikan waktu bagi Jokowi untuk membukti bahwa keputusan yang diambil adalah pilihan yang tepat karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

"November juga baru bulan pertama pemerintahan Jokowi. Jadi dia (Jokowi) masih punya waktu lebih dari empat tahun buat membuktikan kebijakannya benar," kata Rangga saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Rangga memperkirakan, keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter akan menimbulkan penolakan masyarkat dan akan menimbulkan kenaikan inflasi.

"Kalau itu jadi dilakukan, maka akan ada gejolak penolakan dari masyarakat. Itu pasti karena jumlah kenaikannya cukup signifikan," tuturnya.

Seperti diketahui, Anggota Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Luhut Panjaitan mengungkapkan, tim transisi telah final membahas kenaikan harga BBM bersubsidi dan memutuskan adanya kenaikan harga BBM subsidi dengan besaran Rp 3.000 per liter pada November 2014.

"Itu sudah diputuskan Pak Jokowi dan Pak JK pada Jumat pekan lalu. Mereka memutuskan akan menaikkan harga BBM subsidi Rp 3.000 per liter di November," terangnya.



Back To Top Go To Bottom

3. Tak Ada Asas Resiprokal, BI Belum Teken Dokumen Bank Regional
Date/Time : 9/30/2014 7:30:35 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112425/tak-ada-asas-resiprokal-bi-belum-teken-dokumen-bank-regional
 

Bank Indonesia (BI) menyatakan masih belum menandatangi dokumen ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) atau dokumen kesepakatan antar bank sentral negara-negara di ASEAN mengenai ketentuan bank regional. Bank Indonesia belum menandatangani dokumen tersebut karena belum ada kesamaan persepsi antar bank sentral di ASEAN mengenai asas resiprokal.

Direktur Departemen komunikasi BI, Peter Jacobs mengatakan, dokumen tersebut berisikan ketentuan mengenai syarat-syarat sebuah bank bisa menjadi bank regional atau sebuah bank lokal di sebuah negara bisa beroperasi di kawasan ASEAN.

Dengan menandatangani dokumen tersebut, maka bank di Indonesia mempunyai akses atau bisa beroperasi di negara lain di ASEAN, asalkan syarat-syarat dalam dokumen tersebut bisa dipenuhi oleh bank di Indonesia.

"Tujuannya akan memberikan akses perbankan suatu negara sehingga punya opportunity yang sama dengan negara lain, tentunya harus memenuhi persyaratan. Sudah mengarah ke finalisasi," kata dia di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Peter menjelaskan, untuk menandatangani kesepakatan tersebut mesti memenuhi 5 prinsip persayaratan. Pertama, ditujukan untuk mendorong integrasi di sektor keuangan regional guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

Kedua, komprehensif mencakup prinsip kehati-hatian, infrastruktur sistem keuangan dan manajemen krisis.

Ketiga mesti progresif yaitu harus dilakukan secara bertahap dan pada akhir 2020 restriksi bisa dihilangkan.

"Keempat, inklusif dan transparan. Persiapkan masing-masing negara melalui capasity bulding. Jadi intinya semua negara ASEAN bisa," kata dia.

Kelima, risiko pasar akses dan pertukaran fleksibilitas. Jadi setiap bank mesti memiliki regulasi yang sama.

Peter mengaku, dari beberapa prinsip tersebut ada yang belum diimplementasikan sehingga membuat BI menahan untuk menandatangani.

Dia mencontohkan, bank Malaysia seperti CIMB, Maybank, Maybank Syariah telah memiliki akses seperti halnya bank dalam negeri.

Sementara, satu bank Indonesia yang baru masuk ke Malaysia masih memiliki akses terbatas.

"Indonesia hanya satu, baru narik valuta asing. Ini yang belum. BI perlu memastikan dulu kalau beroperasi di sana. Disamakan treatment sama dengan bank-bank di sana," tandas dia. (Amd/Art)



Back To Top Go To Bottom

4. Ini Buku Untuk Hadapi Pasar Bebas ASEAN
5. Kikis Kesenjangan Sosial, RI Harus Belajar dari 2 Negara Ini
Date/Time : 9/30/2014 7:15:13 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112405/kikis-kesenjangan-sosial-ri-harus-belajar-dari-2-negara-ini
 

Kesenjangan sosial yakni ketimpangan antara orang kaya dan miskin merupakan permasalahan ekonomi suatu negara yang mesti diselesaikan.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengungkapkan, terdapat dua negara yang berhasil mengikis kesenjangan sosial secara baik yakni Jepang dan Korea Selatan. Indonesia harus belajar dari dua negara ini.

Dia menjelaskan, Korea Selatan berhasil menjalankan roda perekonomiannya dengan cara memberikan nilai tambah (added value) pada hasil pertaniannya. Jadi tak ada petani di Korea Selatan yang jatuh miskin. Itu pun didorong dengan perkembangan sektor industri yang maju.

Sementara Jepang, untuk memangkas kesenjangan sosial memberlakukan pajak yang dinamakan pajak warisan terhadap orang-orang kaya. "Jadi tidak ada orang Jepang yang kaya tujuh turunan," di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan di Indonesia. Dia menerangkan, parahnya kesenjangan sosial justru disebabkan karena mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari pertanian.

Sementara, untuk hasil taninya sendiri tak ada nilai yang kemudian membuat perekonomian mereka semakin terpuruk.

"Kenapa kita timpang? Pertanian dominan pendapatan sumber masyarakat. Tapi sumbangsih ekonomi kecil karena tak ada added value. Pendapatan petani makin hari makin turun," tuturnya.

Hal tersebut juga diperparah dengan lahan garapan yang semakin lama semakin menyusut. Maka, salah satu cara untuk mengurangi kesenjangan tersebut dengan mengalihkan masyarakat yang menggantungkan dari pertanian ke sektor industri. Sayangnya, sektor industri di Tanah Air juga tak berkembang.

"Kuncinya orang pertanian harus keluar dari pertanian supaya jumlah keluar dan akhirnya ke sektor industri. Tapi memble, share industrinya turun," tutup dia. (Amd/Ndw)



Back To Top Go To Bottom

6. Rencana Jokowi Naikkan Harga BBM Dianggap Sia-sia
Date/Time : 9/30/2014 7:02:08 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112402/rencana-jokowi-naikkan-harga-bbm-dianggap-sia-sia
 

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih menilai rencana Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter sangat sia-sia bila harus direalisasikan November 2014. Mengapa?

"Bisa dibilang sia-sia karena hanya akan meningkatkan inflasi 2014 dan tidak ada anggaran yang bisa dihemat lagi dari kenaikan BBM di tahun ini," tegas dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Lebih jauh Lana menghitung, dari anggaran subsidi BBM, elpiji dan LGV tahun ini sebesar Rp 246,5 triliun, hanya tersisa sekira Rp 62 triliun sehingga upaya Jokowi untuk menghemat hanya akan berbuah mubazir.

"Kalau harga BBM naik di November 2014 cuma akan meningkatkan kemiskinan dengan dana sosial yang belum dibenahi," keluhnya.

Supaya lebih maksimal, dia menyarankan, Jokowi untuk menyesuaikan harga BBM subsidi pada awal tahun depan. Dengan menaikkan harga BBM Rp 3.000 per liter di Januari 2015, pemerintahan baru dapat menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp 144 triliun.

"Kalau naikkan harga BBM subsidi awal 2015 sebesar Rp 3.000 per liter, ada ruang yang bisa dihemat. Anggaran subsidi BBM tahun depan Rp 276 triliun, lalu ada penghematan Rp 144 triliun yang bisa direalokasi untuk infrastruktur dan lainnya," imbau Lana. (Fik/Ndw)



Back To Top Go To Bottom

7. ANZ Tawarkan ORI 011 Mulai 1 Oktober 2014
Date/Time : 9/30/2014 6:49:20 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112398/anz-tawarkan-ori-011-mulai-1-oktober-2014
 

PT Bank ANZ Indonesia (ANZ) akan pemasaran Obligasi Negara Ritel Tahun Anggaran 2014 Seri 11 (ORI 011) yang diperuntukkan bagi nasabah individual. Periode penawaran ORI 011 ini berlangsung pada 1-16 Oktober 2014.
 
Wakil Presiden Direktur ANZ  Ajay Mathur optimistis ORI 011 akan mendapatkan respons yang lebih positif dari masyarakat.

"Ini karena ORI 011 merupakan pilihan investasi yang relatif menguntungkan dan aman bagi nasabah," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Dia menjelaskan keuntungan yang bisa didapatkan oleh nasabah dengan berinvestasi ORI 011 ini antara lain, memberikan imbal hasil yang menarik dengan kupon tetap sebesar 8,5 persen per tahun, adanya jaminan keamanan karena pembayaran imbalan yang dijamin oleh negara.

"Pembayaran pokok investasi dan imbalan atau kupon dilakukan tepat waktu ke dalam rekening tabungan investor," katanya.
 
Selain itu, prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan, serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar.

Pemesanan ORI 011 dapat dilakukan di semua kantor cabang ANZ dengan pembelian minimum sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya sampai dengan batas maksimum sebesar Rp 3 miliar setiap orangnya. (Dny/Ndw)



Back To Top Go To Bottom

8. Kenaikan Harga BBM Beri Ruang Jokowi Buat Bermanuver
Date/Time : 9/30/2014 6:35:50 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112391/kenaikan-harga-bbm-beri-ruang-jokowi-buat-bermanuver
 

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter akan memberikan ruang kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk bermanuver menjalankan program prioritasnya.

Analis Energi Bower Group Asia Rangga D Fadillah mengatakan, uang negara yang ditetapkan dalam postur Rancangan  Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 pas-pasan,  membuat  pemerintah baru kesulitan merealisasikan program prioritas seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan infrastruktur.

Dengan kenaikan harga tersebut akan menambah keuangan negara sehingga program pemerintah baru tersebut bisa jalankan.

"kKbijakan ini jika jadi diambil  akan memberikan ruang lebih untuk pemerintah jokowi dalam mengeksekusi program-program prioritasnya karena postur RAPBN 2015 jelas hanya menyisakan ruang sedikit untuk bermanuver," kata Rangga saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Namun menurut Rangga, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada ekonomi dan politik seperti penolakan pada masyarakat sehingga pemerintah baru harus siap menghadapi situasi tersebut.

"Yang jelas semakin tinggi naiknya, semakin tinggi dampak ekonomi dan politiknya (penolakan dari masyarakat). Tinggal bagaimana nanti pemerintah baru bersiap menghadapi risiko-risiko itu," tuturnya.

Seperti diketahui, Anggota Tim Transisi Jokowi-JK Luhut Panjaitan mengungkapkan, tim transisi telah final membahas kenaikan harga BBM bersubsidi Jokowi-JK telah memutuskan  besaran Rp 3.000 per liter pada November 2014.

"Itu sudah diputuskan Pak Jokowi dan Pak JK pada Jumat pekan lalu, mereka menaikkan harga BBM Rp 3.000 pada November," pungkasnya. (Pew/Ndw)



Back To Top Go To Bottom

9. Ini Pemicu yang Kenaikan Harga Tiket Kereta Api
Date/Time : 9/30/2014 6:21:01 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112358/ini-pemicu-yang-kenaikan-harga-tiket-kereta-api
 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan hingga menembus level Rp 12 ribu. Kondisi ini semakin membebani biaya operasional perusahaan, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.

Direktur Komersial KAI, Bambang Eko Martono menyebut ada tiga hal pendorong kenaikan tarif kereta api. Pertama, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Kedua, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan ketiga, inflasi.

"Itulah ketiga pemicu yang memaksa kami adjust tarif kereta api. Pasti (naik) kalau harga BBM jadi naik, kurs rupiah melemah dan inflasi melonjak. Logis kan?," kata dia kepada wartawan usai Konferensi Pers Pengalihan Subsidi di Gedung Jakarta Railway Center Djuanda, Selasa (30/9/2014).

Lebih jauh katanya, dalam kenaikan tarif tetap mengacu pada batas atas yang ditentukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Bambang menjelaskan, pihaknya sangat terpukul dengan anjloknya kurs rupiah. Pasalnya, Badan Usaha Milik Negara ini masih mengandalkan impor suku cadang kereta api sehingga pembeliannya menggunakan dolar AS.

"Dampaknya terasa sekali, karena banyak suku cadang kita yang asalnya impor. Kontrak pengangkutan barang kita juga pakai dolar AS," lanjutnya.

Dia menilai, KAI berupaya mengantisipasi penguatan dolar AS dengan mengejar pendapatan dan laba bersih tahun ini, tanpa perlu mengurangi utang dalam dolar AS.

"Tahun ini target pendapatan kita Rp 11 triliun, dan sampai saat ini sudah berkisar Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun. Laba bersih diproyeksikan Rp 800 miliar atau naik dibanding tahun lalu Rp 560 miliar," cetus Bambang. (Fik/Ahm)



Back To Top Go To Bottom

10. BI Sebut Harga BBM Naik pada 2014 di Luar Prediksi
Date/Time : 9/30/2014 6:09:22 PM
Direct link : http://bisnis.liputan6.com/read/2112350/bi-sebut-harga-bbm-naik-pada-2014-di-luar-prediksi
 

Tim transisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) telah menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan pada November 2014 dengan kenaikan sebesar Rp 3000 per liter.

Bank Indonesia (BI) menilai, rencana harga BBM bersubsidi naik pada akhir tahun 2014 di luar perkiraan. Hal itu mengingat tidak dimasukkan dalam risiko fiskal Indonesia sepanjang 2014.

"‎Yang pasti sih belum dihitung dalam asumsi APBN 2015, dan belum juga dicantumkan dalam target inflasi oleh BI di tahun ini," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacob saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (30/9/2014).

Namun begitu Bank Indonesia bersama pemerintah siap menghadapi apa yang akan terjadi dalam hal risiko kenaikan harga BBM dalam satu tahap. Bank Indonesia dalam hal ini siap mengeluarkan bauran kebijakan‎ yang diperlukan demi mengantisipasi pergerakan pasar keuangan.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menjelaskan, setiap kenaikan harga BBM itu akan memiliki tingakatan angka inflasi yang berbeda.

"Setiap kenaikan Rp 1.000 per liter itu angka inflasi 1,1 persen hingga 1,2 persen, kalau Rp 2.000 inflasinya 2,2 persen hingga 2,4 persen. Nah, kalau Rp 3.000 itu bisa 3,3 persen hingga 3,5 persen," kata Mirza.

Bank Indonesia hingga saat ini masih berkomitmen untuk pencapaian angka inflasi pada akhir 2014 tetap ada di level 3,5 persen hingga 5,5 persen.

"Kalau untuk inflasi bulan September indikasinya cukup terkontrollah, mudah-mudahan bisa di bawah bulan Agustus," tegas Mirza.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus 2014 mencapai 0,47 persen, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,93 persen. Adapun laju inflasi year on year atau periode Agustus 2013 hingga Agustus 2014 tercatat 3,99 persen.

Sedangkan laju inflasi secara tahun kalender (year to date) tercatat 3,42 persen. Rendahnya angka inflasi di Agustus merupakan bukti keberhasilan pemerintah mengantisipasi ledakan inflasi akibat melonjaknya kebutuhan pokok masyaraka‎t. (Yas/Ahm)



Back To Top Go To Bottom